Jikalau agama saya,
Tidak memenuhi kalbu,
Dengan gula dan cahaya,
Tidak mau agama itu.
Jikalau hatiku kecewa,
Dan tetap gelap-gulita,
Apa gunanya agama,
Itulah nama belaka.
Agamamu dikurangi,
Kalau hati tak melagu,
Dan kau tetap dicurangi,
Kalau hidupmu begitu.
Seharusnya agamamu,
Menjadi seperti kunci,
Kunci yang membuka pintu,
Maka hati dipenuhi.
Dipenuhi hati itu,
Dengan cahaya dan gula,
Jikalau tidak begitu,
Agamamu tak sempurna.
Islam bukan nama saja,
Adalah agama suci,
Lengkap dan memang sempurna,
Kalau datang dari Nabi.
Langsung dari Nabi Allah,
Tidak dari hawa nafsu,
Nafsu yang gelap gulita,
Tidak menerangi kalbu.
Monday, August 31, 2009
Tuesday, August 25, 2009
Ucapkanlah Bersama
Wahai Muslim, Wahai Hindu,
Mari ucapkan bersama,
La ilaha illallahu,
Bersama, satu irama!
Mari ucapkan bersama,
La ilaha illallahu,
Bersama, satu irama!
Pengikut Buda dan Yesus,
Mari kita mengucapkan,
La ilaha illallahu,
Mari masuk dalam taman.
Mari kita mengucapkan,
La ilaha illallahu,
Mari masuk dalam taman.
Marilah makan sajian,
Dengan ucapan yang itu,
Hai! Tinggalkanlah makian,
La ilaha illallahu.
Dengan ucapan yang itu,
Hai! Tinggalkanlah makian,
La ilaha illallahu.
La ilaha illallahu!
Mari kita jadi satu,
Zikir Allah, kiri-kanan,
La ilaha illallahu,
Ucapannya menyegarkan.
Zikir Allah, kiri-kanan,
La ilaha illallahu,
Ucapannya menyegarkan.
La ilaha illallahu!
Adalah lautan asmara,
Ahmad adalah perahu,
Berlayarlah diatasnya.
Adalah lautan asmara,
Ahmad adalah perahu,
Berlayarlah diatasnya.
Mari kita jadi satu,
Zikir Allah, kiri-kanan,
La ilaha illallahu,
Kayak sufi, wahai kawan.
Zikir Allah, kiri-kanan,
La ilaha illallahu,
Kayak sufi, wahai kawan.
Subscribe to:
Posts (Atom)