Monday, June 21, 2010

Mabuk

HambaMu mabuk begitu,
Tak mampu membedakannya,
Di antara Adam itu,
Dan Hawa pemajikannya.

Mabuk, mabuk, wahai,
Dalam lautan yang berombak,
Di semudera keriangan,
Tak masuk akal dan otak.

Tak kutahu yang di atas,
Atau yang di bawah juga,
Lewat dunia yang terbatas,
Hal yang ini tak terduga.

Mana barat, mana timur?
Atau kidul dan utara?
Hal yang ini memang luhur,
Tenggelam di laut asmara.

Tak kubisa memampangkan,
Hal yang memang tidak ada,
Dalam dunia ini, kawan,
Dengan ucapan dan kata.

Thursday, June 3, 2010

Badan dan Hati

Badanmu sebagian dunia,
Tetapi hati dari Akhirah.
Kawan badan, adalah udara,
Dan kawan hati, adalah Allah.

Hati heran di dalam dunia,
Senantiasa terlara-lara.
Seluruh dunia dan angkasa,
Tak bisa terisi dukaannya.

Dan jikalau kau suka jiwa,
Jikalau muncul rahmat Allah,
Sebab rinduan dan cinta,
Akan diselamatkannya.

 Dan jikalau kecintaanmu,
Adalah untuk udara dan tubuh,
Akan tetap di dalam abu,
Dalam si dunia dan alam rindu.

Jikalau muncul perhasilanNya,
Maka memberikan ilhamnya.

Hai . . .!
Alam lahir adalah tanda,
Yang menunjukkan padaNya,
Yang ini adalah gumpalan tanah,
Tapi yang itu, lautan raya.

Bila muncul sinar matahari,
Maka menghilangkan Bimasakti,
Biarku berdiam sekarang ini!
Kesunyian adalah kunci.