Sunday, November 29, 2009

Ampunilah Saya

Ya Allah! Ampunilah,
Dosa-dosaku,
Yang Kau mengetahuinya,
Lebih baik dariku.

Ya Rabbi! Kalau kuberbuat,
Dosa dan daga-dagi,
Biarlah ampunanMu,
Menutupinya lagi.

Ya Rabbi! Ampunilah,
Dosa yang dibuat,
Oleh mataku,
Ampunilah hambaMu!

Ampunilah kata-kataku,
Yang keji dan buruk,
Dan ampunilah ketidakmampuanku,
Menahan nafsuku.

CintaanMu kepada,
Mereka yang Kau suka,
Memang adalah lebih daripada,
Cinta yang dalam dunia.

Kau Sendiri bantuan mereka,
Yang tawakal padaMu,
Dengarlah kepadaku,
Wahai Tuhanku!

Berikanlah petunjuk padaku,
Agar kumeminta,
DariMu apa yang menguntungkan,
HambaMu selalu.

Ya Allah, adiliku,
Di dalam urusanku,
Berdasarkan keampunanMu,
Tak keadilanMu.

Sunday, November 15, 2009

Tawanan Kegembiraan

Wahai saudara-saudari,
Mari mengharubirukan,
Mari melarikan diri,
Dari rantai-rantai zaman.

Mari kita duduk, kawan,
Diatas Tahta daulat,
Mari bangkit sekalian,
Dari nafsu berangkat.

Mari kita tak memilih,
Habib kecuali Dia,
Mari tak duduk disini,
Dengan yang terhina.

Wahai Allah, banjir kalbu hambamu,
 Memang sangat kubersyukur padaMu.

Jangan sayu-rayu, kawan,
Dari dunia fani itu,
Tuangkanlah anggur riangan,
Dalam cawan kalbu.

Saya menjadi tawanan,
Tawanan kemujuran,
Tidak hanya pantangan,
Bukan pertapaan.

Kalau pergantian zaman,
Datang dengan kekerasan,
Dan dilihat kekasaran,
Tak pernah kumelawan.

Wahai Allah, banjir kalbu hambamu,
 Memang sangat kubersyukur padaMu.

Kalbuku penuh gulali,
Dan jadi sangat riang,
Sudah talak tiga kali,
Dunia itu, jadi girang.

Mabuk berahi sejati,
Tak bisa dijelaskan,
Apa yang didalam hati,
Tak bisa dibayangkan.

Mari kita tak memilih,
Habib kecuali Dia,
Mari tak duduk disini,
Dengan yang terhina.