Friday, September 25, 2009

Allah, Hati MemanggilMu

Hamba ini tetap heran,
Meminta-minta rahmatMu,
Dalam dunia diasingkan,
Allah, hati memanggilMu!

Ada yang ingin pahala,
Hamba tak ingin selainMu,
Itu adalah berhala,
Allah, hati memanggilMu!

Memang tak kuingin surga,
Walaupun adalah ayu,
Kudamba hanya Sahibnya,
Allah, hati memanggilMu!

Tanpa wajahMu di surga,
Jadi muka hauri kuyu,
Dari wajahMu cahaya,
Allah, hati memanggilMu!

HambaMu ini termala,
Hatiku menjadi mutu,
Aku mangsa serigala,
Allah, hati memanggilMu!

Cintaan hambaMu lemah,
Kumengadu kepadaMu,
Aku selalu terlecah,
Allah, hati memanggilMu!

Hamba ini tetap heran,
Meminta-minta rahmatMu,
Dalam dunia diasingkan,
Allah, hati memanggilMu!

Hamba ini tetap heran,
Meminta-minta rahmatMu,
Dalam dunia diasingkan,
Allah, hati memanggilMu!
Allah, hati memanggilMu!

Sunday, September 13, 2009

Tobat Berkali-kali

Jangan putus asa,kawan,
Pada tobat ini kembali,
Kalau langgar penyesalan,
Walaupun serbu kali.


Jikalau kamu bertobat,
Tapi selalu tergoda,
Dan kau jika tidak takut,
Tobat lagi, hai pendosa.

Tobat diterima Tuhan,
Kembali lagi kembali,
Sampai tobatmu bertahan,
Tobatlah berkali-kali.

Allah memang Maha esa,
Tobatlah di mana-mana,
Minta-minta tobat lagi,
Yakni tobat yang perkasa.

Tobatlah sebelum mati,
Kembali lagi kembali,
Rasa tobat dalam hati,
Bagai madu dan gulali.

Memang muslim sepantasnya,
Merasa beruntung saja,
Tak merasa putus-asa,
Walau miskin atau raja.

Itulah anugerahnya,
Yakni tobat dan istighfar,
Pada umatnya Mustafa,
Tuhanmu Jawab dan ghaffar.

Sunday, September 6, 2009

Harta Dalam Puing

HartaNya disembunyikan,
Di dalam puing yang ini,
Carilah, wahai pahlawan
Dalam puing yang di sini.

Awal mesti disadari,
Apa-apa puing itu,
Maka mulai cari-cari,
Harta Karun yang di situ.

Tubuh-tubuh dari debu,
Yang memang tidak berharga,
Debu bukan harta itu,
Tapi di dalamnya harta.

Hartanya memang tertimbun,
Jangan-jangan diboroskan,
Di dalam puing di gurun,
Cari-cari mendapatkan.

Jikalau terdapat harta,
Bisa dibangunkan lagi,
Istana yang runtuh saja,
Baru dan indah menjadi.

Tapi awal cari-cari,
Jangan malas, jangan lalai,
Cari-cari intisari,
Di dalam hatimu damai.

Puing menjadi istana,
Dulu tak berharga tapi,
Setelah terdapat harta,
Menjadi keraton rapi.