Wahai saudara-saudari,
Mari mengharubirukan,
Mari melarikan diri,
Dari rantai-rantai zaman.
Mari mengharubirukan,
Mari melarikan diri,
Dari rantai-rantai zaman.
Mari kita duduk, kawan,
Diatas Tahta daulat,
Mari bangkit sekalian,
Dari nafsu berangkat.
Diatas Tahta daulat,
Mari bangkit sekalian,
Dari nafsu berangkat.
Mari kita tak memilih,
Habib kecuali Dia,
Mari tak duduk disini,
Dengan yang terhina.
Habib kecuali Dia,
Mari tak duduk disini,
Dengan yang terhina.
Wahai Allah, banjir kalbu hambamu,
Memang sangat kubersyukur padaMu.
Memang sangat kubersyukur padaMu.
Jangan sayu-rayu, kawan,
Dari dunia fani itu,
Tuangkanlah anggur riangan,
Dalam cawan kalbu.
Dari dunia fani itu,
Tuangkanlah anggur riangan,
Dalam cawan kalbu.
Saya menjadi tawanan,
Tawanan kemujuran,
Tidak hanya pantangan,
Bukan pertapaan.
Tawanan kemujuran,
Tidak hanya pantangan,
Bukan pertapaan.
Kalau pergantian zaman,
Datang dengan kekerasan,
Dan dilihat kekasaran,
Tak pernah kumelawan.
Datang dengan kekerasan,
Dan dilihat kekasaran,
Tak pernah kumelawan.
Wahai Allah, banjir kalbu hambamu,
Memang sangat kubersyukur padaMu.
Memang sangat kubersyukur padaMu.
Kalbuku penuh gulali,
Dan jadi sangat riang,
Sudah talak tiga kali,
Dunia itu, jadi girang.
Dan jadi sangat riang,
Sudah talak tiga kali,
Dunia itu, jadi girang.
Mabuk berahi sejati,
Tak bisa dijelaskan,
Apa yang didalam hati,
Tak bisa dibayangkan.
Tak bisa dijelaskan,
Apa yang didalam hati,
Tak bisa dibayangkan.
Habib kecuali Dia,
Mari tak duduk disini,
Dengan yang terhina.
No comments:
Post a Comment